Analisis Penerapan Permainan Puzzle Sebagai Media Pembelajaran Mengenalkan Kebudayaan Daerah pada Anak di Sekolah
DOI:
https://doi.org/10.61692/edufa.v4i1.511Keywords:
Puzzle game, Learning medium, Regional culture, Elementary schoolAbstract
There are many ways to introduce regional culture to children at school. One of them is through puzzle games. The purpose of this study is to analyze puzzle games as a learning medium to introduce regional culture to children at school. The method used in this study is a literature study with qualitative-descriptive characteristics to analyze the urgency of puzzles as a learning medium in schools. Data was obtained through a literature review of scientific articles that have been published nationally. The results of this study indicate that puzzle games have an important role as a learning medium for children at school. Puzzle games can be used by teachers in learning to introduce regional culture. Through puzzle games, children are very enthusiastic in learning and more easily understand regional culture.References
Anjani, DA., Nurjanah, S. (2014). Permainan Puzzle Mempengaruhi Perkembangan Kecerdasan Visual-Spatial Anak Usia 4-5 Tahun Di Tk Al-Fath Desa Keboan Anom Gedangan Sidoarjo, 7(2): 186-192.
Aprianti, W. (2021). Penerapan Permainan Puzzle Dalam Mengembangkan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun Di Ra Perwanida II Bandar Lampung. Lampung: UIN Raden Intan Lampung.
Depdiknas. (2003). Pembuatan dan Penggunaan APE Anak Usia 3-6 Tahun. Jakarta: Direktorat PAUD.
Fadlillah, M. (2018). Bermain dan Permainan Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana.
Faidatul laili, Musayyadah, S. F. (2025). Implementasi Media PUZDAYA (Puzzle Budaya) dalam Mengenalkan Literasi Budaya Madura pada Anak Usia Din. Lentera, Jurnal Keagamaan, Kajian Volume, Teknologi, 24(1), 67–75.
Fajarini, U. (2014). Peranan kearifan local dalam Pendidikan karakter. Jurnal Sosio Didaktika, 2(2), pp. 123-130.
Isnaeni, B., Sari, K., & Putri, N. A. (2025). Pengenalan Makanan Daerah Nusantara Melalui Media Puzzle Interaktif Untuk Meningkatkan Rasa Cinta Budaya Pada Siswa Kelas 3 di SDN Cibatu 02. 3(5), 2460–2465.
Kartikasari, D., Wuryandini, E., & Nurodin, M. (2024). Implementasi Media Puzzle Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPAS di SDN Mlatiharjo 02 Semarang. 07(01), 3193–3201.
Kemendikbud. (2025). Kamus Besar Bahasa Indonesia (online).
Maisaroh, I., dkk. Urgensi kearifan local dalam penguatan Pendidikan karakter. Jawara: Jurnal Pendidikan Karakter, 8(1)
Mandolang, E., Tamboto, F. I., Walewangko, S. A., & Dolas, I. P. (2024). Penggunaan media puzzle untuk meningkatkan minat. 2, 86–98.
Marfilinda, R., Akhiyar, M., & Wahyuni, S. (2024). Studi pustaka penerapan media puzzle pada pembelajaran di sekolah dasar. 5(4), 4763–4776.
Octavia, N. (2023). Penggunaan media puzzle untuk meningkatkan. 1(4), 254–262.
Ramadhan Gia, Marsisae Nurul, F. O. (2025). Peran media puzzle dalam pembelajaran pendidikan. 7(2), 151–159.
Sarinah. (2019). Peranan kearifan local dalam Pendidikan karakter di sekolah dasar. Seminar Nasional Pagelaran Pendidikan Dasar Nasional.
Sujiono, Y.N. (2003). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: PT Indeks
Syafitri Evita Roesnilam, & Nuryono Wiryo. (2020). Studi Kepustakaan Teknik Konseling “Dialectical Behavior Therapy.” Jurnal BK UNESA, 11(1), 53–59.
Wafiqni, N., & Nurani, S. (2019). Model Pembelajaran Tematik Berbasis Kearifan Lokal. Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 10(2), 255–270. https://doi.org/10.14421/al-bidayah.v10i2.170.
Wahyu, H.E. (2018). Penggunaan Media Puzzle Kontruksi Terhadap hasil Belajar Kognitif Siswa” journal of islamic Education Studies, 1(1): 65
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JOURNAL OF EDUCATION FOR ALL

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.










