Penggunaan Deiksis pada Novel Malioboro At Midnight Karya Skysphire

Penulis

  • Nadiatus Sholikah Universitas Trunodjoyo Madura
  • Mixghan Norman Antono

Kata Kunci:

pragmatik, deiksis, novel

Abstrak

ABSTRAK Bahasa dalam novel sebagai bentuk komunikasi tertulis sering menampilkan tuturan yang maknanya bergantung pada konteks, seperti siapa yang berbicara, kapan, dan di mana tuturan berlangsung. Dalam kajian pragmatik, deiksis menjadi unsur penting karena mengaitkan bahasa dengan situasi tutur. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis dan peran deiksis dalam novel Malioboro at Midnight karya Skysphire. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dengan metode baca dan catat terhadap tuturan yang mengandung deiksis, lalu dianalisis dengan mengidentifikasi bentuk, mengelompokkan jenis, dan menafsirkan fungsinya sesuai konteks cerita. Hasil penelitian menunjukkan tiga jenis deiksis utama, yaitu persona, tempat, dan waktu, dengan deiksis persona sebagai yang paling dominan. Hal tersebut menunjukkan bahwa cerita banyak dibangun melalui sudut pandang dan keterlibatan tokoh. Deiksis membantu memperjelas rujukan, menunjukkan posisi penutur dan lawan tutur, serta menandai tempat dan waktu peristiwa. Penggunaannya mendukung kejelasan makna dan kesinambungan alur cerita serta memperkaya kajian pragmatik dalam bahasa tulis. Kata kunci: pragmatik, deiksis, novel

Biografi Penulis

Mixghan Norman Antono

ABSTRAK Bahasa dalam novel sebagai bentuk komunikasi tertulis sering menampilkan tuturan yang maknanya bergantung pada konteks, seperti siapa yang berbicara, kapan, dan di mana tuturan berlangsung. Dalam kajian pragmatik, deiksis menjadi unsur penting karena mengaitkan bahasa dengan situasi tutur. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis dan peran deiksis dalam novel Malioboro at Midnight karya Skysphire. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dengan metode baca dan catat terhadap tuturan yang mengandung deiksis, lalu dianalisis dengan mengidentifikasi bentuk, mengelompokkan jenis, dan menafsirkan fungsinya sesuai konteks cerita. Hasil penelitian menunjukkan tiga jenis deiksis utama, yaitu persona, tempat, dan waktu, dengan deiksis persona sebagai yang paling dominan. Hal tersebut menunjukkan bahwa cerita banyak dibangun melalui sudut pandang dan keterlibatan tokoh. Deiksis membantu memperjelas rujukan, menunjukkan posisi penutur dan lawan tutur, serta menandai tempat dan waktu peristiwa. Penggunaannya mendukung kejelasan makna dan kesinambungan alur cerita serta memperkaya kajian pragmatik dalam bahasa tulis. Kata kunci: pragmatik, deiksis, novel

Referensi

Chaer, A. (2012). Linguistik Umum (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.

Febriyanto, D., Widodo, M., & Rahayu, E. P. (2022). Penggunaan Deiksis dalam Kisah Negeri Lain Karya Kahlil Gibran. Suar Betang, 17(1), 13–23.

Skysphire. (2023). Malioboro at Midnight (Cetakan ke-5). PT Bukune Kreatif Cipta.

Sugiyono. (2015). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Widi, H., Ramadani, N., Utami, C. P., Rivaldi, M., Kuntarto, E., & Sholeh, M. (2021). Peran Bahasa dalam Keseharian. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(4), 1–9

Yule, G. (2014). Pragmatics (2nd ed.). Oxford: Oxford University Press.

Unduhan

Diterbitkan

30-06-2026

Cara Mengutip

Sholikah, N., & Antono, M. N. (2026). Penggunaan Deiksis pada Novel Malioboro At Midnight Karya Skysphire. LESTARI: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 4(02), 7–13. Diambil dari https://www.mediaarrahman.com/ojs/index.php/lestari_jurnal_bahasa_dan_sastra/article/view/503