https://www.mediaarrahman.com/ojs/index.php/lestari_jurnal_bahasa_dan_sastra/issue/feedLESTARI: Jurnal Bahasa dan Sastra2026-06-30T13:54:36+07:00Bohri Rahmankantorarrahman@gmail.comOpen Journal Systems<p>Lestari: Jurnal Sasatra dan Bahasa (e-ISSN: 2987-1484) is a double-blind peer-reviewed journal published by Yayasan Arrahman Nahdlatul Wathan, Indonesia. The editors welcome contributions in scientific articles to be published after undergoing a manuscript selection mechanism, peer-review, and editing proofers.</p> <p>Jurnal Lestari is published four times a year (March, June, September and December). It is a fully online journal, and it only accepts manuscript submissions written in Bahasa Indonesia. The focus and scope of this journal are all research results and thoughts on the latest issues and trends related to the field of language and literature education, such as curriculum, teaching, strategies, methods and learning media, as well as language and literature.</p>https://www.mediaarrahman.com/ojs/index.php/lestari_jurnal_bahasa_dan_sastra/article/view/520Digital Storytelling in English Language Learning: A Literature Review on Its Impact on Speaking Skills and Digital Literacy Among Efl Learners2026-06-12T23:17:59+07:00Moh syifauddinmohsyifauddin90@gmail.comAch.Fawaid as’adachfawaid@gmail.comSiti Mutiatunmutiatunsiti29@gmail.comAbstract The rapid development of digital technology has transformed educational practices and encouraged the adoption of innovative teaching strategies in English as a Foreign Language (EFL) classrooms. Among various technology-enhanced learning approaches, digital storytelling has gained considerable attention due to its ability to integrate language learning with digital competence development. This study aims to review previous research regarding the impact of digital storytelling on speaking skills and digital literacy among EFL learners. The study employed a literature review method by analyzing peer-reviewed journal articles published between 2021 and 2026. The reviewed studies were obtained from Scopus-indexed journals, DOAJ-indexed journals, and other reputable academic databases. The findings indicate that digital storytelling contributes positively to the improvement of pronunciation, fluency, vocabulary mastery, confidence, and communicative competence. Furthermore, digital storytelling promotes digital literacy through multimedia production, information management, critical evaluation of digital resources, and technology-based communication. Despite several implementation challenges, including technological limitations and varying levels of digital competence, digital storytelling remains an effective pedagogical approach for integrating language learning and twenty-first-century skills. The review concludes that digital storytelling offers significant benefits for EFL education and should be further integrated into language teaching practices. Keywords: digital storytelling; speaking skills; digital literacy; EFL learners; literature review 2026-06-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 LESTARI: Jurnal Bahasa dan Sastrahttps://www.mediaarrahman.com/ojs/index.php/lestari_jurnal_bahasa_dan_sastra/article/view/503Penggunaan Deiksis pada Novel Malioboro At Midnight Karya Skysphire2026-03-01T21:42:15+07:00Nadiatus Sholikahnadiatus21@gmail.comMixghan Norman Antonomixghan.norman@trunojoyo.ac.idABSTRAK Bahasa dalam novel sebagai bentuk komunikasi tertulis sering menampilkan tuturan yang maknanya bergantung pada konteks, seperti siapa yang berbicara, kapan, dan di mana tuturan berlangsung. Dalam kajian pragmatik, deiksis menjadi unsur penting karena mengaitkan bahasa dengan situasi tutur. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis dan peran deiksis dalam novel Malioboro at Midnight karya Skysphire. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dengan metode baca dan catat terhadap tuturan yang mengandung deiksis, lalu dianalisis dengan mengidentifikasi bentuk, mengelompokkan jenis, dan menafsirkan fungsinya sesuai konteks cerita. Hasil penelitian menunjukkan tiga jenis deiksis utama, yaitu persona, tempat, dan waktu, dengan deiksis persona sebagai yang paling dominan. Hal tersebut menunjukkan bahwa cerita banyak dibangun melalui sudut pandang dan keterlibatan tokoh. Deiksis membantu memperjelas rujukan, menunjukkan posisi penutur dan lawan tutur, serta menandai tempat dan waktu peristiwa. Penggunaannya mendukung kejelasan makna dan kesinambungan alur cerita serta memperkaya kajian pragmatik dalam bahasa tulis. Kata kunci: pragmatik, deiksis, novel 2026-06-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 LESTARI: Jurnal Bahasa dan Sastrahttps://www.mediaarrahman.com/ojs/index.php/lestari_jurnal_bahasa_dan_sastra/article/view/443Dinamika Emosional Tokoh Remaja dalam Novel Manusia-Manusia Hitam Putih Berdasarkan Psikologi Sastra 2025-12-23T05:10:34+07:00Azimatus Sa'adahsaadahazimatus97@gmail.comanastasya auliyaanstsyatsya838@gmail.comNur Aininur761565@gmail.comIra Fatmawatiira.fatmawati@trunojoyo.ac.idKajian ini membahas dinamika emosional tokoh remaja dalam novel Manusia-Manusia Hitam Putih dengan menggunakan perspektif psikologi sastra. Pembahasan difokuskan pada perubahan emosi tokoh yang muncul sebagai respons terhadap tekanan lingkungan pesantren, relasi sosial antartokoh, solidaritas kelompok, serta tuntutan institusional yang membingkai kehidupan mereka. Melalui penelaahan terhadap alur cerita, dialog, dan konflik batin tokoh, terlihat bahwa emosi remaja digambarkan sebagai proses yang terus berkembang dan saling berkaitan dengan pengalaman sosial yang dialami. Perasaan cemas, bersalah, gelisah, dan tertekan muncul akibat benturan antara keinginan pribadi dan aturan yang mengikat, namun pengalaman tersebut juga mendorong tokoh untuk belajar mengelola emosi dan memahami diri secara lebih matang. Relasi dengan teman sebaya berperan sebagai penyangga emosional yang membantu tokoh menghadapi tekanan psikologis. Dengan demikian, novel Manusia-Manusia Hitam Putih merepresentasikan dinamika emosi remaja sebagai hasil interaksi kompleks antara pengalaman batin, hubungan sosial, dan struktur institusional. 2026-06-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 LESTARI: Jurnal Bahasa dan Sastrahttps://www.mediaarrahman.com/ojs/index.php/lestari_jurnal_bahasa_dan_sastra/article/view/470Pengaruh Model Partisipatif Teknik Attl (Amati, Tulis, Tanya, Laporkan) terhadap Keterampilan Menulis Teks Berita Siswa Kelas VII SMPN 5 Bangkalan2026-01-27T04:09:52+07:00Moch. Joni Saputromochammadjoni20@gmail.comErsa Alamiersa.alami@trunojoyo.ac.idPenelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya keterampilan menulis teks berita pada siswa kelas VII SMP Negeri 5 Bangkalan. Siswa memiliki kendala dalam menulis teks berita dari segi unsur, struktur, dan kaidah kebahasaan, serta kesulitan mengelola kosakata menjadi kalimat. Hal tersebut disebabkan oleh penggunaan metode dan media pembelajaran yang monoton sehingga berdampak pada pemahaman dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model partisipatif teknik ATTL (Amati, Tulis, Tanya, Laporkan) terhadap keterampilan menulis teks berita siswa kelas VII SMP Negeri 5 Bangkalan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimental Design dengan desain Nonequivalent Control Group. Data penelitian diperoleh melalui tes menulis teks berita, angket respon, dan observasi aktivitas siswa. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan nilai rata-rata pretest kelompok kontrol 54,3 dan posttest kelompok kontrol 59,1. Sedangkan nilai rata-rata pretest kelompok eksperimen 53 dan nilai posttest kelompok eksperimen 77,3. Untuk hasil hipotesis (Uji T) dengan taraf signifikasi 0,05 diperoleh Thitung (7,56651) > Ttabel (2,045) maka Ha diterima. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dalam penggunaan model partisipatif teknik ATTL (Amati, Tulis, Tanya, Laporkan) terhadap keterampilan menulis teks berita siswa kelas VII SMP Negeri 5 Bangkalan. 2026-06-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 LESTARI: Jurnal Bahasa dan Sastrahttps://www.mediaarrahman.com/ojs/index.php/lestari_jurnal_bahasa_dan_sastra/article/view/527Tindak Tutur Ekspresif Mahasiswa Jerman Dalam Siniar BIPA Kanal Youtube Universitas Negeri Jakarta: Kajian Pragmatik2026-06-26T01:35:44+07:00Ibnu Qadafiibnuqadafi352@gmail.comEmy Rizta Kusumaemykusuma@trunojoyo.ac.idPenelitian ini mengkaji tindak tutur ekspresif yang dihasilkan oleh mahasiswa asal Jerman dalam konten siniar (podcast) BIPA yang diunggah pada kanal YouTube Universitas Negeri Jakarta. Dengan berpijak pada teori tindak tutur ilokusi Searle (1979), penelitian ini berupaya mengidentifikasi dan mengklasifikasikan bentuk-bentuk ekspresi psikologis yang muncul dalam tuturan penutur non-asli selama proses pembelajaran bahasa Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode simak dan catat. Data berupa tuturan lisan ditranskripsi, kemudian dianalisis secara pragmatik berdasarkan konteks dan maksud ilokusinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur ekspresif yang paling dominan adalah memuji, berterima kasih, dan mengungkapkan keterkejutan. Pola ini tidak hanya mencerminkan tingkat kompetensi pragmatik yang sedang berkembang, tetapi juga mengindikasikan adanya pengaruh budaya penutur L1 dalam produksi bahasa Indonesia sebagai bahasa asing. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan bahan ajar BIPA yang lebih responsif terhadap kebutuhan pragmatik pemelajar dari latar budaya Barat, khususnya Jerman. 2026-06-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 LESTARI: Jurnal Bahasa dan Sastrahttps://www.mediaarrahman.com/ojs/index.php/lestari_jurnal_bahasa_dan_sastra/article/view/533Interferensi Bahasa Madura terhadap Perkembangan Bahasa Indonesia Murid SMP Negeri 2 Kamal Analisis Psikolinguistik2026-06-28T11:02:52+07:00Diva Amelia Fitriameliadiva481@gmail.comNuril Jamiliyahnuriljamiliyah@gmail.comMixghan Norman Antonomixghan.norman@trunojoyo.ac.idPenelitian ini mengkaji interferensi bahasa Madura terhadap perkembangan bahasa Indonesia murid SMP Negeri 2 Kamal dalam perspektif psikolinguistik. Penelitian bertujuan mendeskripsikan bentuk, faktor penyebab, dan dampak interferensi bahasa Madura dalam penggunaan bahasa Indonesia. Metode deskriptif kualitatif digunakan melalui observasi dan wawancara dengan guru Bimbingan Konseling serta guru Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 50% murid mengalami hambatan berbahasa Indonesia formal. Bentuk interferensi yang ditemukan meliputi interferensi fonologis, gramatikal, dan leksikal. Faktor penyebab utama adalah dominasi penggunaan bahasa Madura di lingkungan keluarga dan sosial, kurangnya stimulasi bahasa Indonesia, serta pengaruh penggunaan gawai. Dampaknya terlihat pada rendahnya kepercayaan diri, kepasifan dalam pembelajaran, dan keterbatasan interaksi sosial, meskipun pengaruh terhadap capaian akademik relatif kecil.2026-06-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 LESTARI: Jurnal Bahasa dan Sastrahttps://www.mediaarrahman.com/ojs/index.php/lestari_jurnal_bahasa_dan_sastra/article/view/532The Construction of Majaz in the Abbasid Era Poetry of 'Ala Qadri Ahli L-'Azmi (The Work of Al-Mutanabbi)2026-06-28T11:02:16+07:00Dewi Himmatul Ulyadewihimmatul16@gmail.comMuhammad Afhon Ulin Nuhaafthon@uinsatu.ac.id Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk membongkar mekanisme internal pembentukan gaya bahasa kiasan (majaz) dan bagaimana konstruksi tersebut menopang estetika serta pesan filosofis dalam Qasidah 'Ala Qadri Ahli l-'Azmi karya penyair legendaris era Abbasiyah, Al-Mutanabbi. Puisi epik ini ditulis sebagai bentuk pujian (al-madh) atas kemenangan pangeran Sayf ad-Dawlah al-Hamdani dalam merebut kembali Benteng Al-Hadats dari Bizantium. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan analisis deskriptif-kualitatif berbasis ilmu Balaghah, khususnya cabang ilmu Bayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Mutanabbi secara genius memanfaatkan variasi struktur kiasan untuk mendramatisasi realitas pertempuran menjadi narasi heroisme yang megah. Ditemukan penggunaan majaz mursal melalui hubungan parsial (al-'alaqah al-juz'iyyah) pada kata al-jamajim (tengkorak) untuk meruntuhkan kehormatan musuh; isti'arah makniyyah dalam bentuk personifikasi Benteng Al-Hadats; serta isti'arah tasrihiyyah pada frasa mawju l-manaya (gelombang kematian) untuk menggambarkan masifnya korban perang. Melalui konstruksi majaz yang presisi ini, Al-Mutanabbi berhasil mengubah brutalitas perang menjadi simfoni visual yang sarat akan nilai estetika, logika puitis, dan kedalaman filosofis khas zaman keemasan sastra Arab. Kata kunci: Al-Mutanabbi, Majaz, Isti'arah, Ilmu Bayan, Daulah Abbasiyah. AbstractThis research aims to dismantle the internal mechanisms behind the formation of figurative language (majaz) and how such constructions sustain the aesthetics and philosophical messages in the Qasidah 'Ala Qadri Ahli l-'Azmi by the legendary Abbasid-era poet, Al-Mutanabbi. This epic poem was composed as a form of panegyric (al-madh) praising the victory of Prince Sayf ad-Dawlah al-Hamdani in recapturing the Al-Hadath Fortress from the Byzantines. The research method employed is library research with a descriptive-qualitative analytical approach based on Balaghah (Arabic rhetoric), specifically the branch of Bayan. The results demonstrate that Al-Mutanabbi geniusly utilized variations of figurative structures to dramatize the reality of battle into a grand narrative of heroism. The study reveals the use of majaz mursal (synecdoche) through a partial relationship (al-'alaqah al-juz'iyyah) in the word al-jamajim (skulls) to shatter the enemy's honor; isti'arah makniyyah (implicit metaphor) in the form of personifying the Al-Hadath Fortress; and isti'arah tasrihiyyah (explicit metaphor) in the phrase mawju l-manaya (waves of death) to depict the massive scale of war casualties. Through these precise majaz constructions, Al-Mutanabbi successfully transformed the brutality of war into a visual symphony rich in aesthetic value, poetic logic, and the philosophical depth characteristic of the golden age of Arabic literature. Key words Al-Mutanabbi, Majaz, Isti'arah, Ilmu Bayan, Daulah Abbasiyah. 2026-06-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 LESTARI: Jurnal Bahasa dan Sastra