Bentuk Tuturan Asertif dan Ekspresif pada Novel “Kyai Tanpa Pesantren” Karya Imam Sibawaih El-Hasany

Penulis

  • Rico Ajie Saka Universita Trunodjoyo Madura
  • Mixghan Norman Antono Universitas Trunodjoyo Madura

Kata Kunci:

tindak tutur asertif, tindak tutur ekspresif, pragmatik, novel

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk tindak tutur asertif dan ekspresif yang terdapat dalam novel Kyai Tanpa Pesantren karya Imam Sibawaih El-Hasany. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa tuturan tokoh dalam dialog novel yang mengandung tindak tutur asertif dan ekspresif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, klasifikasi, penyajian data, dan penarikan simpulan berdasarkan teori tindak tutur ilokusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur asertif yang dominan meliputi menyatakan, memberitahukan, melaporkan, dan menyarankan, sedangkan tindak tutur ekspresif meliputi ungkapan rasa syukur, penyesalan, simpati, dan penghargaan. Penggunaan tindak tutur tersebut mencerminkan relasi sosial serta nilai religius yang melatarbelakangi interaksi antartokoh. Penelitian ini berimplikasi pada pengembangan kajian pragmatik sastra dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar analisis dialog dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

Biografi Penulis

Mixghan Norman Antono, Universitas Trunodjoyo Madura

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk tindak tutur asertif dan ekspresif yang terdapat dalam novel Kyai Tanpa Pesantren karya Imam Sibawaih El-Hasany. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa tuturan tokoh dalam dialog novel yang mengandung tindak tutur asertif dan ekspresif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, klasifikasi, penyajian data, dan penarikan simpulan berdasarkan teori tindak tutur ilokusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur asertif yang dominan meliputi menyatakan, memberitahukan, melaporkan, dan menyarankan, sedangkan tindak tutur ekspresif meliputi ungkapan rasa syukur, penyesalan, simpati, dan penghargaan. Penggunaan tindak tutur tersebut mencerminkan relasi sosial serta nilai religius yang melatarbelakangi interaksi antartokoh. Penelitian ini berimplikasi pada pengembangan kajian pragmatik sastra dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar analisis dialog dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

Referensi

Al Abshor, A., & Abadi, M. I. (2023). Analisis tindak tutur ilokusi pada masyarakat di Pasar Baru Tuban: Tindak tutur ilokusi asertif, direktif, komisif, ekspresif dan deklaratif. Prosiding SNasPPM, 7(2), 1308–1315.

Anggraeni, P. N., & Yudi, A. P. (2021). Analisis tindak tutur ekspresif Dilan dalam film Dilan 1990. Logat: Jurnal Bahasa Indonesia dan Pembelajaran, 8(1), 27–40.

Dharmawan, T. (2015). Musik klasik dan daya ingat jangka pendek pada remaja. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 3(2), 370–382.

Fitri, F. (2025). Tindak tutur ekspresif memuji pada kolom komentar postingan TikTok @amuhaiminiskandar. Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora, 3(2), 181–192.

Kridalaksana, H. (2008). Kamus linguistik. Gramedia Pustaka Utama.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Susiati, S., Tenriawali, A. Y., Nursin, N., Nacikit, J., & Mukadar, S. (2020). Nilai edukasi dalam novel Partikel karya Dewi Lestari. Uniqbu Journal of Social Sciences, 1(3), 176–183.

Tarigan, H. G. (2021). Pengajaran pragmatik. Angkasa.

Yuliarni, & Suryaningsih, I. (2025). Tindak tutur ekspresif sebagai representasi emosi tokoh dalam novel Luka Cita: Kajian pragmatik. Wistara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 6(2), 92–106.

Unduhan

Diterbitkan

30-03-2026

Cara Mengutip

Ajie Saka, R., & Antono, M. N. (2026). Bentuk Tuturan Asertif dan Ekspresif pada Novel “Kyai Tanpa Pesantren” Karya Imam Sibawaih El-Hasany. LESTARI: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 4(01), 1–7. Diambil dari https://www.mediaarrahman.com/ojs/index.php/lestari_jurnal_bahasa_dan_sastra/article/view/483