The Construction of Majaz in the Abbasid Era Poetry of 'Ala Qadri Ahli L-'Azmi (The Work of Al-Mutanabbi)
Kata Kunci:
Al-Mutanabbi, Majaz, Isti'arah, Ilmu Bayan, Daulah AbbasiyahAbstrak
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk membongkar mekanisme internal pembentukan gaya bahasa kiasan (majaz) dan bagaimana konstruksi tersebut menopang estetika serta pesan filosofis dalam Qasidah 'Ala Qadri Ahli l-'Azmi karya penyair legendaris era Abbasiyah, Al-Mutanabbi. Puisi epik ini ditulis sebagai bentuk pujian (al-madh) atas kemenangan pangeran Sayf ad-Dawlah al-Hamdani dalam merebut kembali Benteng Al-Hadats dari Bizantium. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan analisis deskriptif-kualitatif berbasis ilmu Balaghah, khususnya cabang ilmu Bayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Mutanabbi secara genius memanfaatkan variasi struktur kiasan untuk mendramatisasi realitas pertempuran menjadi narasi heroisme yang megah. Ditemukan penggunaan majaz mursal melalui hubungan parsial (al-'alaqah al-juz'iyyah) pada kata al-jamajim (tengkorak) untuk meruntuhkan kehormatan musuh; isti'arah makniyyah dalam bentuk personifikasi Benteng Al-Hadats; serta isti'arah tasrihiyyah pada frasa mawju l-manaya (gelombang kematian) untuk menggambarkan masifnya korban perang. Melalui konstruksi majaz yang presisi ini, Al-Mutanabbi berhasil mengubah brutalitas perang menjadi simfoni visual yang sarat akan nilai estetika, logika puitis, dan kedalaman filosofis khas zaman keemasan sastra Arab. Kata kunci: Al-Mutanabbi, Majaz, Isti'arah, Ilmu Bayan, Daulah Abbasiyah. AbstractThis research aims to dismantle the internal mechanisms behind the formation of figurative language (majaz) and how such constructions sustain the aesthetics and philosophical messages in the Qasidah 'Ala Qadri Ahli l-'Azmi by the legendary Abbasid-era poet, Al-Mutanabbi. This epic poem was composed as a form of panegyric (al-madh) praising the victory of Prince Sayf ad-Dawlah al-Hamdani in recapturing the Al-Hadath Fortress from the Byzantines. The research method employed is library research with a descriptive-qualitative analytical approach based on Balaghah (Arabic rhetoric), specifically the branch of Bayan. The results demonstrate that Al-Mutanabbi geniusly utilized variations of figurative structures to dramatize the reality of battle into a grand narrative of heroism. The study reveals the use of majaz mursal (synecdoche) through a partial relationship (al-'alaqah al-juz'iyyah) in the word al-jamajim (skulls) to shatter the enemy's honor; isti'arah makniyyah (implicit metaphor) in the form of personifying the Al-Hadath Fortress; and isti'arah tasrihiyyah (explicit metaphor) in the phrase mawju l-manaya (waves of death) to depict the massive scale of war casualties. Through these precise majaz constructions, Al-Mutanabbi successfully transformed the brutality of war into a visual symphony rich in aesthetic value, poetic logic, and the philosophical depth characteristic of the golden age of Arabic literature. Key words Al-Mutanabbi, Majaz, Isti'arah, Ilmu Bayan, Daulah Abbasiyah.Unduhan
Diterbitkan
30-06-2026
Cara Mengutip
Ulya, D. H. ., & Nuha, M. A. U. (2026). The Construction of Majaz in the Abbasid Era Poetry of ’Ala Qadri Ahli L-’Azmi (The Work of Al-Mutanabbi). LESTARI: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 4(02), 49–55. Diambil dari https://www.mediaarrahman.com/ojs/index.php/lestari_jurnal_bahasa_dan_sastra/article/view/532
Terbitan
Bagian
Artikel
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 LESTARI: Jurnal Bahasa dan Sastra

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.



