Ragam Bahasa Sarkasme dalam Peningkatan Amarah Netizen di Komunitas SUROBOYOFESS
Abstrak
Penelitian ini membahas tentang penggunaan bahasa sarkasme yang banyak dijumpai pada akun komunitas media sosial X, khususnya pada SUROBOYOFESS. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan ragam bahasa sarkasme dan mengidentifikasi penggunaan bahasa sarkasme sebagai bentuk katarsis di media sosial X khususnya pada akun komunitas SUROBOYOFESS. Objek penelitian yang digunakan adalah bahasa sarkasme yang digunakan oleh netizen pada akun SUROBOYOFESS di X dalam bentuk komentar, menfess bot, dan quote retweet selama periode tiga bulan yang dimulai dari bulan Juni, Juli, dan Agustus. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskripsi kualitatif dengan teori semantik dan kajian sosiolinguistik, serta teknik pengumpulan data diperoleh dengan metode simak, bebas, libat, dan teknik catat (SLBC) serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode agih dan padan. Hasil penelitian ini telah sesuai dengan tujuan penelitian dan menunjukkan bahwa bahasa sarkasme yang digunakan netizen dalam peningkatan amarah pada akun komunitas SUROBOYOFESS memiliki bentuk dan jumlah kata yang variatif, yaitu; 1) jancok, 2) goblok, 3) tolol, 4) taek, 5) jembut, 6) longor, 7) asu, 8) anjing, 9) bangsat, dan seterusnya. Adapun hasil identifikasi jenis maupun bentuk bahasa sarkasme yang digunakan pada akun komunitas SUROBOYOFESS oleh netizen antara lain; a) ungkapan ekspresi marah, b) sindiran, c) penghinaan atau cemooh, d) konteks bercanda, dan lain-lain. Dalam hal ini, cukup banyak bahasa sarkasme yang lahir sehingga berpotensi menimbulkan pergeseran makna bahasa.Unduhan
Diterbitkan
30-12-2025
Cara Mengutip
Nabila, Nissak, I., Iswara, A., Setiawan, A., Kasamira, O., & Rahma, F. (2025). Ragam Bahasa Sarkasme dalam Peningkatan Amarah Netizen di Komunitas SUROBOYOFESS . LESTARI: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 3(04), 1–7. Diambil dari https://www.mediaarrahman.com/ojs/index.php/lestari_jurnal_bahasa_dan_sastra/article/view/380
Terbitan
Bagian
Artikel
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 LESTARI: Jurnal Bahasa dan Sastra

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.



