Kaidah Perubahan Vokal Dialek-Dialek Bahasa Wakatobi: Tinjauan Dialektologi

Authors

  • Haerun Ana Universitas Halo Oleo Kendari, Indonesia
  • Maulid Taembo Universitas Trunojoyo Madura, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61692/jpep.v3i1.513

Keywords:

Vowel phoneme changes, Language variation, Phonological rules, Dialectology

Abstract

Penelitian ini mengkaji perubahan fonem vokal dalam dialek-dialek bahasa Wakatobi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebervariasian bahasa Wakatobi yang cukup beragama. Selain itu, hal ini juga dilakukan untuk mengetahui bentuk asal fonem bahasa Wakatobi. Data penelitian dikumpulan melalui metode wawancara dan pengamatan. Data dianalisis secara dialektologis dengan menggunakan metode agih dan padan intralingual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan atau pelemahan bunyi vokal sering dijumpai dalam dialek-dialek bahasa Wakatobi. Hal ini juga memperkuat argumen tentang perubahan yang umum terjadi pada bahasa-bahasa di dunia, yaitu berupa pelemahan atau penurunan bunyi vokal, seperti dalam hasil penelitian ini yang menunjukkan bahwa perubahan umumnya ditemukan pada penurunan vokal /i/ menjadi /ɛ/ dan vokal /u/ menjadi /ɔ/. Perubahan fonem vokal ini juga dapat memunculkan dan melahirkan sebuah kaidah fonologis perubahan bunyi bahasa. Ada delapan kaidah yang dibuat dalam penelitian ini. Hasil kajian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk pengembangan teori dialektologis dan pemanfaatannya. Selain itu, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu acuan dalam pembuatan bahan ajar muatan lokal bahasa Wakatobi di sekolah-sekolah, baik sekolah dasar maupun sekolah menengah.

Author Biographies

Haerun Ana, Universitas Halo Oleo Kendari, Indonesia

Penelitian ini mengkaji perubahan fonem vokal dalam dialek-dialek bahasa Wakatobi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebervariasian bahasa Wakatobi yang cukup beragama. Selain itu, hal ini juga dilakukan untuk mengetahui bentuk asal fonem bahasa Wakatobi. Data penelitian dikumpulan melalui metode wawancara dan pengamatan. Data dianalisis secara dialektologis dengan menggunakan metode agih dan padan intralingual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan atau pelemahan bunyi vokal sering dijumpai dalam dialek-dialek bahasa Wakatobi. Hal ini juga memperkuat argumen tentang perubahan yang umum terjadi pada bahasa-bahasa di dunia, yaitu berupa pelemahan atau penurunan bunyi vokal, seperti dalam hasil penelitian ini yang menunjukkan bahwa perubahan umumnya ditemukan pada penurunan vokal /i/ menjadi /ɛ/ dan vokal /u/ menjadi /ɔ/. Perubahan fonem vokal ini juga dapat memunculkan dan melahirkan sebuah kaidah fonologis perubahan bunyi bahasa. Ada delapan kaidah yang dibuat dalam penelitian ini. Hasil kajian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk pengembangan teori dialektologis dan pemanfaatannya. Selain itu, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu acuan dalam pembuatan bahan ajar muatan lokal bahasa Wakatobi di sekolah-sekolah, baik sekolah dasar maupun sekolah menengah.

Maulid Taembo, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesia

Penelitian ini mengkaji perubahan fonem vokal dalam dialek-dialek bahasa Wakatobi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebervariasian bahasa Wakatobi yang cukup beragama. Selain itu, hal ini juga dilakukan untuk mengetahui bentuk asal fonem bahasa Wakatobi. Data penelitian dikumpulan melalui metode wawancara dan pengamatan. Data dianalisis secara dialektologis dengan menggunakan metode agih dan padan intralingual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan atau pelemahan bunyi vokal sering dijumpai dalam dialek-dialek bahasa Wakatobi. Hal ini juga memperkuat argumen tentang perubahan yang umum terjadi pada bahasa-bahasa di dunia, yaitu berupa pelemahan atau penurunan bunyi vokal, seperti dalam hasil penelitian ini yang menunjukkan bahwa perubahan umumnya ditemukan pada penurunan vokal /i/ menjadi /ɛ/ dan vokal /u/ menjadi /ɔ/. Perubahan fonem vokal ini juga dapat memunculkan dan melahirkan sebuah kaidah fonologis perubahan bunyi bahasa. Ada delapan kaidah yang dibuat dalam penelitian ini. Hasil kajian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk pengembangan teori dialektologis dan pemanfaatannya. Selain itu, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu acuan dalam pembuatan bahan ajar muatan lokal bahasa Wakatobi di sekolah-sekolah, baik sekolah dasar maupun sekolah menengah.

References

Ahmad, Zaharani. 1993. Fonologi Generatif: Teori dan Penerapan.Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka Kementerian Pendidikan Malaysia.

Al Faris, Salman, Ilma Luthfi Tsania, dan Moh Badrih. 2024. “Perubahan Bunyi Bahasa pada Proses Peluluhan Tata Bahasa Indonesia: Kajian Fonologi”. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, Vol. 10, No. 2, 2024.

Chaer, Abdul. 2015. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Crowley, Terry. 1992. An Introduction to Historical Linguistics: First Edition. New York: Oxford University Press.

Kridalaksana, Harimurti. 2016. Kamus Linguistik. Jakarta: PT Gramedia.

Lass, Roger. 1984. Phonology: An Introduction to Basic Concepts. Cambridge: Universty Press

Mahsun, M. S. 1995. Dialektologi diakronis: Sebuah pengantar. Gadjah Mada University Press.

Mahsun, M. S. 2005. Metode penelitian bahasa: tahapan strategi, metode dan tekniknya. PT RajaGrafindo Persada.

Schane, Sanford. 1973. Generative Phonology. Prentice Halle, Englewood Cliffs, New Jersey.

Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan. Yogyakarta: Duta Wacana University.

Taembo, Maulid. 2018. Dialek Geografi Bahasa Wakatobi di Lepas Pantai Sulawesi Tenggara. Denpasar: Udayana University Doctoral Dissertation.

Taembo, Maulid, Aron Meko Mbete, Ni Made Dhanawaty, and Anak Agung Putu Putra. 2017. “The Sound Changes of the Wakatobi Language”. International Journal of Current Research, Vol. 9, Issue 12, December 2017. Accessed from:

https://www.researchgate.net/publication/354366134_THE_SOUND_CHANGE_OF_THE_WAKATOBI_LANGUAGE

Downloads

Published

2026-05-04

How to Cite

Ana, H., & Taembo, M. (2026). Kaidah Perubahan Vokal Dialek-Dialek Bahasa Wakatobi: Tinjauan Dialektologi. Jurnal Pengembangan Dan Evaluasi Pendidikan, 3(1), 41–52. https://doi.org/10.61692/jpep.v3i1.513